Skip to main content

Skizofrenia





Skizofrenia adalah gangguan otak yang berefek pada bagaimana sesorang berpikir, merasakan dan bepersepsi. Tanda genjala skizofrenia adalah psikosis, seperti mengalamai halusinasi auditorik dan delusi.
Patofisiologi
Anatomi, neurotransmiter dan sistem imun yang abnormal memiliki dampak terhadap patofisiologi dari skizofrenia
Etiologi 
Penyebab terjadinya skizofrenia masih belum diketahui, tetapi ada 2 faktor resiko yang paling besar yaitu genetik dan perinatal 
Tanda dan gejala
gejala skizofrenia dibagi dalam 4 domain yaitu :
gejala positif – gejala positif, seperti halusinasi, yang basanya terjadi yaitu; delusi; dan kekacauan dalam berbicara dan berperilaku
gejala negatif- penurunan kemampuan emosional, miskin dalam bicara, dan kehilangan minat dan dorongan
gejala kognitif – defisit neurokognitif
gejala mood – pasien kadang-kadang terlihat gembira atau sedih dengan cara yang sulit dipahami; pasien juga kadang-kadang depresi
Diagnosis
Skizofrenia tidak berkaitan dengan hasil laboratorium
Kriteria Diagnosis
Mengacu pada DSM-5, untuk menemukan kriteria untuk diagnosis skizofrenia, pasien harus mengalami sedikitnya 2 gejala di bawah ini :
-      Delusi
-      Halusinasi
-      Kekacauan atau ketidakberaturan dalam berbicara
-      Perilaku yang tidak terkontrol atau katatonia
-      Gejala negatif
Sedikitnya 1 gejala yang diatas harus ada yaitu delusi, halusinasi dan kekacauan dalam berbicara
Selanjutnya tanda gangguan yang harus tetap ada sedikitnya 6 bulan, Di mana pasien harus mengalami setidaknya 1 bulan gejala aktif, disertai dengan masalah penurunan dalam hal sosial dan pekerjaan.
Manajemen
Antipsikotik mengurangi gejala positif skizofrenia dan mencegah terjadinya relaps
Masih belum jelas drug of choice psikotik untuk skizofrenia. Clozapin sangat efektif untuk terapi, tetapi tidak direkomendasikan untuk pengobatan lini pertama karena memiliki efek samping yang sangat tinggi.
Pengobatan pskotik lini pertama yaitu chlorpromazine dan haloperidol, yang bekerja sebagai antagonis dopamine D2.
Terapi psikososial merupakan terapi yang terpenting. Hasil studi mengenai pengobatan terbaik psikososial adalah pelatihan kemampuan sosial, terapi perilaku dan kognisi. Dan pelatihan kognisi sosial.

Sumber :
Medscape

Popular posts from this blog

Mual dan Muntah

Mual dan muntah merupakan gejala dan tanda yang sering menyertai gangguan gastrointestnal, demikian juga dengan penyakit-penyakit yang lain. mual dan muntah dapat dianggap sebagai suatu fenomena yang terjadi dalam tiga stadium yaitu:
1. Mual mual merupakan perasaan tidak enak di belakang tenggorokan dan epigastrium, sering menyebabkan muntah. terdapat berbagai perubahan aktivitas saluran cerna yang berkaitan dengan mual, seperti meningkatnya salvasi, menurunnya tonus lambung, dan peristaltik. peningkatan tonus duodenum dan jejunum menyebabkan terjadinya refluks isi duodenum dan jejunum menyebabkan terjadiya refluks isi duodenum ke lambung. gejala dan tanda mual seringkali adalah pucat, meningkatnya salivasi, hendak muntah, hendak pingsan, berkeringat dan takikardia.

2. Retching Retching adalah suatu usaha involunter untuk muntah, serngkali menyertai mual dan terjadi sebelum muntah, terdiri atas gerakan pernapasan spasmodik melawan glotis dan gerakan inspiring dinding dada dan diafragma. k…

Efek Histamin pada jaringan

Histamin memiliki efek kuat pada otot polos dan otot jantung, pada sel endotel dan saraf tertentu, pada sel sekretorik lambung, serta pasa sel radang
Subtipe Reseptor

Distribusi

H1

Otot Polos, endotel, otak

H2

Mukosa lambung, otot jantung, sel mast, otak

H3

Autoreseptor dan heteroreseptor prasinap: otak, pleksus mienterikus,
neuron lain
H4

Morbus Hansen (Lepra/Kusta)

Definisi :Morbus hansen adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman Myobcaterium leprae yang menyerang syaraf tepi(primer), kulit dan jarngan tubuh lannya,  kecuali susunan syaraf pusat.

Penyebab :
kuman myobacterium leprae, ditemukan oleh ilmuwan nowergia gerald A Hansen, pada tahun 1878. kuman berbentuk batang dan dengan pengecatan Zielh Nielsen bersifat tahan asam

Patofisiologi :

kuman masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan dan kult yang tidak utuh. sumber penularan adalah penderita kusta yang banyak mengandung kuman(tipe multbasiler) yang belum diobati.setelah kuman masuk kedalam tubuh, kuman menuju tempat predleksinya yaitu daraf tepi. 95% populasi manusia mempunyai kekebalan alamiah terhadap M.leprae.

Gejala Klins :
1. kelainan saraf tepi
kerusakan saraf tepi bisa bersifat sensorik, motorik dan autonomk. sensorik biasanya berupa hipoestesi ataupun anastesi pada lesi kulit yang terserang.
motorik berupa kelemahan otot, basanya di daerah ektremitas atas, bawah, muk…