Skip to main content

Posts

Skizofrenia

Recent posts

Dermatitis Kontak

Dermatitis Kontak (DK) adalah Dermatitis yang disebabkan terpaparnya kulit dengan bahan dari luar yang bersifat iritan atau alergen. PATOFISIOLOGI Dermatitis kontak dibagi 2 golongan : Dermatitis kontak iritan (DKI), disebabkan terpaparnya kulit dengan bahan iritan, dan dapat dibagi dalam :DKI akut terjadi segera/beberapa jam setelah kulit terpapar bahan iritan kuat misalnya asam/basa kuatDKI kronis, terjadi setelah beberapa hari/bulan setelah kult terpapar bahan iritan lemah misalnya sabun, deterjen, minyal pelumasDermatitis Kontak Alergi (DKA), disebabkan terpaparnya kulit dengan bahan yang bersifat sebagai alergen. Bahan ini biasanya mempunya berat molekul rendah(hapten), kemudian setelah masuk ke dalam dermis berikatan dengan bahan protein yang terdapat d epdermis membentuk bahan yang bersifat alergen, sehingga terjadi reaksi hipersensitifitas tipe lambat (reaksi alergi tipe IV), yang dihantar oleh sel T yang tersensitisasi. proses ni dimulai dengan fase sensitisasi…

Morbus Hansen (Lepra/Kusta)

Definisi :Morbus hansen adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman Myobcaterium leprae yang menyerang syaraf tepi(primer), kulit dan jarngan tubuh lannya,  kecuali susunan syaraf pusat.

Penyebab :
kuman myobacterium leprae, ditemukan oleh ilmuwan nowergia gerald A Hansen, pada tahun 1878. kuman berbentuk batang dan dengan pengecatan Zielh Nielsen bersifat tahan asam

Patofisiologi :

kuman masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan dan kult yang tidak utuh. sumber penularan adalah penderita kusta yang banyak mengandung kuman(tipe multbasiler) yang belum diobati.setelah kuman masuk kedalam tubuh, kuman menuju tempat predleksinya yaitu daraf tepi. 95% populasi manusia mempunyai kekebalan alamiah terhadap M.leprae.

Gejala Klins :
1. kelainan saraf tepi
kerusakan saraf tepi bisa bersifat sensorik, motorik dan autonomk. sensorik biasanya berupa hipoestesi ataupun anastesi pada lesi kulit yang terserang.
motorik berupa kelemahan otot, basanya di daerah ektremitas atas, bawah, muk…

Inflamasi

Inflamasi adalah suatu respon protektif yang ditujukan untuk menghilangkan penyebab awal jejas sel serta membuang sel dan jaringan nekrotik yang diakibatkan oleh kerusakan asal
banyak unsur yang terlibat dalam proses inflamasi yaitu:

terdapat dua pola dasar inflamasi :


Referensi :
Kumar, c.(2014). Buku Ajar Patologi. New York: EGC

Emfisema

Emfisema secara patologis didefinisikan sebagai suatu pembesaran permanen rongga udara bagian distal hingga ke bronkiolus terminalis, disertai kerusakan dinding alveolus dan tanpa fibrosis yang jelas.

terdapat 3 jenis emfisema yaitu:

1. Emfisema Sentriasinar (Sentrilobular)
Emfisema sentriasinar secara selektif hanya menyerang bagian bronkiolus respiratorius dan duktus alveolaris, sementara alveolus distal tidak terkena. emfisema sentriasinar sering kali lebih berat menyerang bagian apeks paru, tetapi pada akhirnya cenderung tersebar tidak merata. emfisema tipe ini paling sering terjadi pada perokok yang tdak menderita defisiensi kongenital antitripsin-alfa1 dan jarang ditemukan pada indvidu yang tidak merokok.
2. Emfisema Panasinar (Panlobular)


3. Emfisema Asinal Distal (Paraseptal)